[Kabar Linggau] – Taukah kau asal usul dari mana kata bajingan sehingga menjadi kata makian? 

Apakah berasal dari kata “Bajing” ? Ternyata bukan…!

Ternyata “Bajingan” merupakan suatu profesi kusir gerobak sapi pada masa jaman kerajaan Mataram.

Bajingan bertugas menarik hasil panen yang dihasilkan oleh masyarakat pada masa itu.

Dalam kultur budaya jawa kusir gerobak sapi disebut “Bajingan”.

Bajingan merupakan singkatan dari “Bagusing Jiwo Angen Amgening Pangeran” yang memiliki arti “Orang baik yang dicintai Tuhan”.

Kemudian kenapa maknanya yang baik bergeser maknanya menjadi “Makian”.

Begini…dahulu kala berkisar tahun 1900-an, masyarakat sering ikut dengan gerobak yang ditarik sapi atau kerbau sebagai transportasi.

Masyarakat memanfaatkan bajingan untuk keperluan berdagang, sekolah maupun bekerja.

Transportasi ini selain langka armadanya, jalannya pun sangat lambat sehingga waktu melintasnya menjadi tidak pasti kedatangannya.

Calon penumpang menjadi sering mengeluh prihal waktu kedatangannya melintas. Akhirnya terlontarlah kata “Bajingan kok suwe tekone” yang artinya “Bajingan lambat kerjanya atau jalannya”.

Seringnya keluhan-keluhan tersebut diterlontar, kata “Bajingan” kemudian mengalami pergeseran maknanya menjadi kata umpatan atau makian karena kerap sering mengecewakan para calon penumpangnya. 

Sumber dilansir dari akun @ResiReborn

Share.

1 Comment

  1. Pingback: All Eyes On Rafah - Kabar Linggau

Leave A Reply

Exit mobile version